Oleh: mediapertiwi | Juli 20, 2007

Sebuah Renungan

Sebuah renungan…….

 

Dalam setiap kehidupan di dunia Tuhan selalu membekali dengan jiwa. Manusia, hewan maupun tumbuhan sejatinya memiliki jiwa. Jiwa yang membuat mereka tumbuh, besar dan berkembang.

 

Manusia sebagai mahluk yang utama di dunia ini diciptakan dengan berbagai kelebihan. Diberikan akhlak dan budi yang bisa di gunakan untuk membuat kehidupan seluruh umat manusia lebih baik. Dengan apa yang telah Tuhan berikan sejatinya tidak ada manusia bodoh di dunia ini, terlebih di hadapan Tuhan. Semua manusia adalah sama, yang membedakan adalah “kesempatan” yang dipengaruhi oleh banyak hal.

 

Jenderal Soeharto, Albert Einstein maupun mbah Marijan merupakan contoh kecil dari yang mewakili mereka yang mendapat kesempatan untuk di selalu dikenang, walaupun pendidikan mereka tidak setinggi Habibie maupun Bill Clinton. Hal ini menunjukkan “Manusia akan dikenang karena apa yang mereka perbuat, bukan apa yang mereka katakan”.

 

Kesempatan, dalam kehidupan manusia sangat di pengaruhi oleh Karma yang bersangkutan. Hindu mengenal Kharma Phala sebagai buah atau hasil dari suatu perbuatan. Sesungguhnya banyak yang tidak menyadari bahwa pikiran, perkataan dan perbuatan kita selalu menghasilkan “sesuatu” sesuai hukum sebab – akiba. Sebagai contoh adalah seorang yang bekerja maka akan mendapat pembayaran atas kerjanya.

 

Karma seseorang tidak akan pernah mati, begitu juga jiwanya. Ketika seseorang meninggal jiwanya beserta karma nya kembali kepada sang pencipta, sedangkan badan kasarnya kembali pada ibu pertiwi.

Tidak ada yang lebih baik yang bisa kita lakukan selain berpikir, berkata dan berbuat yang baik.

Om Santhi, Santhi, Santhi Om

Oleh: mediapertiwi | Juli 20, 2007

Sebuah Renungan

Sebuah renungan…….

 

Dalam setiap kehidupan di dunia Tuhan selalu membekali dengan jiwa. Manusia, hewan maupun tumbuhan sejatinya memiliki jiwa. Jiwa yang membuat mereka tumbuh, besar dan berkembang.

 

Manusia sebagai mahluk yang utama di dunia ini diciptakan dengan berbagai kelebihan. Diberikan akhlak dan budi yang bisa di gunakan untuk membuat kehidupan seluruh umat manusia lebih baik. Dengan apa yang telah Tuhan berikan sejatinya tidak ada manusia bodoh di dunia ini, terlebih di hadapan Tuhan. Semua manusia adalah sama, yang membedakan adalah “kesempatan” yang dipengaruhi oleh banyak hal.

 

Jenderal Soeharto, Albert Einstein maupun mbah Marijan merupakan contoh kecil dari yang mewakili mereka yang mendapat kesempatan untuk di selalu dikenang, walaupun pendidikan mereka tidak setinggi Habibie maupun Bill Clinton. Hal ini menunjukkan “Manusia akan dikenang karena apa yang mereka perbuat, bukan apa yang mereka katakan”.

 

Kesempatan, dalam kehidupan manusia sangat di pengaruhi oleh Karma yang bersangkutan. Hindu mengenal Kharma Phala sebagai buah atau hasil dari suatu perbuatan. Sesungguhnya banyak yang tidak menyadari bahwa pikiran, perkataan dan perbuatan kita selalu menghasilkan “sesuatu” sesuai hukum sebab – akiba. Sebagai contoh adalah seorang yang bekerja maka akan mendapat pembayaran atas kerjanya.

 Karma seseorang tidak akan pernah mati, begitu juga jiwanya. Ketika seseorang meninggal jiwanya beserta karma nya kembali kepada sang pencipta, sedangkan badan kasarnya kembali pada ibu pertiwi.

Tidak ada yang lebih baik yang bisa kita lakukan selain berpikir, berkata dan berbuat yang baik.

Om Santhi, Santhi, Santhi Om

Oleh: mediapertiwi | Juli 19, 2007

PANHAC 2007 di Bali Sukses

PANHAC 2 yang diselenggarakan di Bali tepatnya di SMKN 1 Denpasar pada tanggal 17 Juli 2007 menuai sukses. Peserta yang sempat menjadi perhatian panitia akhirnya memenuhi jatah yang disediakan panitia. Panitia sempat khawatir mengenai peserta dikarenakan animo masyarakat Bali terhadap event sejenis masih kurang.  Pada hari H ternyata peserta yang mendaftar di tempat sangat banyak, bahkan kabarnya panitia sempat menolak pendaftaran beberapa peserta.

Kompetisi yang dimulai tepat jam 1 di buka dengan penampilan tarian Bali yang dilanjutkan perkenalan dari perwakilan PAZIA sebagai distributor ACER di Indonesia, dilanjutkan perwakilan dari SMKN 1 Denpasar dan di tutup perwakilan Balisoft Lintasmedia.

Kompetisi yang kali ke dua dilangsungkan di Bali akhirnya di menangkan oleh I Made Sathyabudi Adnyana dari toko Baliwae. Selamat ya mas!!!! Maju terus Hacker Indonesia dan gunakanlah segala kelebihan untuk kegiatan yang positif.

Berikut ada beberapa foto dari acara :

PANHAC 2-2007PANHAC 2-2007

Oleh: mediapertiwi | Juli 10, 2007

PANHAC 2007

Pazia – Acer National Hacking Competition (PANHAC) 2007


Pazia – Acer National Hacking Competition (PANHAC) 2006 sempat mengundang sambutan keterkejutan hampir di setiap kota yang dikunjungi. Terbukti dengan sulitnya mencari peserta karena faktor kecurigaan. Namun dengan pendekatan penjelasan bahwa inti kegiatan adalah untuk membina generasi muda dalam mengasah keakhlian dan keterampilan di bidang keamanan jaringan komputer, akhirnya PANHAC 2006 menuai sukses. Sebagian besar peserta mengharapkan PANHAC dapat bersinambungan tiap tahun bahkan hingga jenjang internasional.

Atas dasar keyakinan terhadap manfaat bahwa kegiatan Hacking Competition nantinya akan menghasilkan muka-muka baru di dunia keamanan jaringan, dimana kita yang berada di dunia bisnis dapat memanfaatkan tenaga muda kreatif dan penuh dengan keakhlian ini. Penyelenggaraan PANHAC ini dilaksanakan dengan menggunakan notebook Acer. 110 notebook disiapkan dan akan dibawa ke 10 kota besar di seluruh Indonesia, dengan tema melakukan pencarian data di dalam jaringan komputer, yang merupakan dasar-dasar melakukan hacking.

Pemenang setiap kota akan mendapatkan satu buah notebook Acer Aspire, dan selanjutnya akan mendapat kesempatan untuk mengikuti kompetisi Grand Final di Jakarta.

Rencana jadwal PANHAC 2007 di 10 kota:

Medan 26 Juni

Padang 30 Juni

Bandung 03 Juli

Semarang 07 Juli

Jogja 10 Juli

Surabaya 14 Juli

Bali 17 Juli

Lampung 21 Juli

Makassar 24 Juli

Jakarta 28 Juli

Acara Grand Final tanggal 28 Juli di Jakarta akan diselenggarakan di Taman Anggrek Mall (dalam konfirmasi), direncanakan akan disiarkan di televisi.

Empat orang akhli kemanan jaringan komputer dengan asistennya akan membuat skenario untuk dapat di pecahkan oleh peserta, di bawah koordinasi Dani Firman Syah. Michael S. Sunggiardi (Praktisi Komputer), Dani Firman Syah dan perwakilan dari Pazia – Acer akan menjadi juri dalam turnamen ini.

Peserta tidak dibatasi, dapat datang dari berbagai kalangan dan usia, bahkan dapat mengikuti PANHAC 2007 ini dengan membawa notebook sendiri, dengan syarat harus membawa notebook Acer Aspire, Acer Extensa dan Acer Ferrari, jika membawa notebook selain tiga model dan merk tersebut, dikenakan biaya pendaftaran Rp 100.000,-

Di setiap kota, satu pemenang akan mendapatkan hadiah notebook Acer Aspire dan setiap pemenang akan dikumpulkan di Jakarta, pada kompetisi Grand Final. Peserta dari luar Jakarta, yang akan mengikuti Grand Final akan diberikan uang transport.

Hadiah pemenang dari Grand Final adalah piala bergilir dan satu notebook Acer Ferrari. Seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat tanda keikut-sertaan PANHAC 2007.

 long-road-to-heaven.jpg

Perjalanan menuju sorga yang telah di salah artikan dan membuka mata dunia tentang apa dan bagaimana sebuah kepercayaan telah di selewengkan. Bom bali pada 12 Oktober 2002 telah banyak membuat perubahan pada sendi-sendi kehidupan di Bali. Bom yang menewaskan 202 orang dari berbagai negara tersebut tidak saja menghancurkan Sari Club, Paddy’s pub dan beberapa tempat hiburan di jalan Legian-Kuta, tetapi lebih dari itu telah menghancurkan kehidupan masyarakat Bali yang selama ini bergantung pada pariwisata.

Kehilangan orang yang dicintai, yang menjadi tulang punggung keluarga merupakan akibat langsung dari sekelompok pengecut yang mengatas namakan Tuhan. Sekelompok pengecut yang telah membawa perang mereka ke Bali telah meninggalkan bekas luka yang dalam bagi keluarga korban. Masyarakat Bali yang selalu hidup dengan damai tidak pernah menyangka akan kejadian tersebut.

Ada satu hal yang mereka lupakan, Bali adalah sorga yang akan tetap di ingat dan selalu di cari, selayaknya setiap umat berusaha mencapai sorga begitu juga dengan para pengecut itu.

 Film Long Road to Heaven adalah cerminan dari cerita sesungguhnya walau beberapa adegan sepertinya tidak di ambil di Bali (mungkin karena di persulit oleh pemerintah setempat). Dari film ini dapat dilihat bagaimana hubungan personal antar anggota kelompok yang tidak harmonis dan perbedaan pendapat mengenai tujuan. satu hal yang perlu di perhatikan adalah sosok Imam Samudera yang bila benar seperti yang ada di film memperjelas watak dari seorang Imam Samudera sebagai sosok pengecut yang hanya bisa mendoktrin.

 Masyarakat Bali yang percaya dengan Karma Phala sebagai hukum sebab akibat dan Rwa Bhineda sebagai konsep dualisme yang mana salah satu implementasinya ada kebaikan pasti ada kejahatan yang mana keduanya merupakan keseimbangan sangat percaya bahwa pelaku bom Bali pasti akan mendapat hukuman atas semua perbuatannya.

Sayang sekali sampai dengan saat ini para pelaku teror tersebut belum di eksekusi, walaupun telah ada keputusan hukum yang tetap. Hal ini semakin menambah dalam luka masyarakat Bali dan tentu saja korban dan keluarga korban bom yang mereka ledakkan. Apakah ini berarti ada dukungan dari penguasa yang membuat para pelaku belum juga di eksekusi??? 

Pembodohan dari dan untuk mereka lakukan sungguh telah menyalahi ajaran yang sangat mulia. Atau memang seperti itukah ajaran tersebut? Membunuh untuk dapat masuk ke sorga??? Sejatinya setiap agama di dunia ini melarang pembunuhan terhadap sesama. Karena semua yang ada di dunia ini adalah ciptaan Tuhan. Bisa disimpulkan orang – orang yang melakukan teror telah mengesampingkan Tuhan, mereka tidak mengenal Tuhan.

Apa yang mereka sebut dengan jihad sejatinya telah di salah artikan. Dalam mempelajari sesuatu pastikanlah untuk mempelajari hal yang paling dalam. Karena jika hanya melihat dari luar maka apa yang kita harapkan tidak akan tercapai.

 

Oleh: mediapertiwi | Juni 21, 2007

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori